jargonweb.png

Achievement Book

We have 66 guests and no members online

STBA Teknokrat



Teknokrat Higher Education sent 34 delegates outstanding students to join Field Trip Program to Malaysia between October 14th to 16th, 2014. This program was as one of the appreciations from the institution to the outstanding students. Those students have brought good name for the institution and Lampung Province regionally, nationally, and internationally. The activity brought the mission to learn and build international cooperation. The delegation visited Universiti of Kebangsaan Malaysia (UKM), the Malaysian Government Administrative Centre in Putrajaya, the Petronas Twin Towers and other places. In this visit, both University of Kebangsaan Malaysia and Teknokrat Higher Education discussed some plans for future cooperation. The cooperation was about students exchange and other academic activities.

Read more...

 

 

Teknokrat Higher School of Foreign Language succeeded to get the first place of English speech and the third place of scientific paper presentations at the ASEAN Law Students Association (ALSA) English Competition at University of Indonesia on April 24th to 29th, 2014. These two achievements were attained by students of Teknokrat Higher School of Foreign Language.They must defeat tough competitors coming from leading universities in Indonesia such as Universitas Indonesia (UI), Universitas GadjahMada (UGM), Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), Swiss German University (SGU), Universitas Bakrie, and Universitas President. At the same event, Teknokrat Higher School of Foreign Language also succeeded to get the third place of speech and news casting.

Read more...


Dosen Teknokrat kembali go internasional dengan menjadi pemakalah pada 2nd International Conference on Foreign Language Learning and Teaching di Bangkok, Thailand, 11-12 Maret 2011. Konferensi yang diselenggarakan oleh Language Institute Thammasat University ini diikuti 250 peserta dari 20 negara 
seperti Australia, Inggris, Amerika, Singapura, Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, Jepang, Cina, Afrika Selatan, Iran, Oman, Taiwan, Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan lain sebagainya. Kali ini tema yang diangkat adalah “Strengthening Ties between Research and Foreign Language Classroom Practice”.

Pada konferensi tersebut Akhyar Rido, S.S., M.A., dosen Teknokrat,  mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul Questions: Interactive Feature in Science Lecture Discourse in L2 Setting. Pemakalah-pemakalah lainnya yang tampil adalah Prof. Rod Ellis dari University of Auckland Selandia Baru, Prof. Brenda Cherednichenko dari Edith Cowan University Australia, Prof. Achara Wongsothorn dari Chulalongkorn University Thailand, dan lain-lain. Ketua Pelaksana konferensi Assoc. Prof. Supong Tangkiengsirisin, PhD dalam sambutannya mengatakan bahwa konferensi ini diselenggarakan untuk mendiskusikan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh para akademisi dari seluruh dunia, khususnya Asia. Dengan demikian, para akademisi dapat saling bertukar pikaran mengenai berbagai tantangan yang berhubungan dengan pembelajaran bahasa Inggris, linguistik, sastra, dan budaya di masing-masing negara, kemudian mencari solusi terbaik. Beliau juga menyebutkan bahwa kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada konferensi tersebut akan diterbitkan di negara-negara kawasan Asia Pasifik dalam bentuk prosiding dan jurnal.

 

(Akyar Rido, dosen Perguruan Tinggi Teknokrat, saat mempresentasikan makalahnya)

Akhyar Rido menyampaikan rasa bangganya karena dapat mempresentasikan hasil penelitiannya pada konferensi internasional. “Untuk menjadi pemakalah pada konferensi internasional sangatlah sulit. Awalnya saya mengirimkan proposal penelitian untuk dikaji oleh tim pengkaji internasional yang terdiri dari para professor yang pakar dibidangnya. Sebulan kemudian saya mendapat surat bahwa proposal saya diterima dan saya diminta untuk melengkapi makalah ilmiah dan mengirimkan kembali kepada tim pengkaji. Akhirnya, setelah menunggu beberapa minggu, secara resmi panitia mengirimkan surat yang menyatakan bahwa makalah saya layak dipresentasikan,” katanya. “Sepulang dari mengikuti konferensi tersebut, ilmu yang didapat akan diterapkan dalam pembelajaran dan penelitian di kampus,” tambahnya. Rido juga mengucapkan rasa terima kasih yang terhingga kepada pihak Perguruan Tinggi Teknokrat dan Yayasan Pendidikan Teknokrat yang selalu mendukung dan memberikan bantuan finansial kepada dosen untuk meneliti.

Berhasilnya mahasiswa Perguruan Tinggi Teknokrat menjuarai Drone Robot Terbang Tingkat Nasional, menarik perhatian Wakil Bupati Tulang Bawang Heri Wardoyo, SH. untuk mengunjungi tim robotik Teknokrat (20/2). Hasil kunjungan tersebut, Drone Teknokrat digunakan untuk melakukan foto udara di beberapa area Tulang Bawang. Tim Robotik Teknokrat melakukan foto udara area Tulang Bawang  selama dua hari (2-3/3) didampingi oleh Sekretaris Wakil Bupati Tulang Bawang Hotdin Sihotang, S.E. dan Sekretaris Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Pemerintahan Kabupaten Tulang Bawang Budi Sutomo S.Si., M.Si. Tim Drone (Robot Terbang) Teknokrat mengambil data video dan foto udara menggunakan 3 armadanya yang terdiri dari Quadcopter, Hexacopter dan 1 Unmanned Aerial Vehicle (UAV) fixed wing.
 
 
 
Ketiga drone tersebut mampu menghasilkan foto dan video udara dengan durasi rata-rata 15 menit dengan luas area yang mampu dicapture oleh robot mencapai 100 sampai 500 Ha. Drone yang terprogram dengan teknologi GPS ini mampu take off and landing di titik yang sama dalam waktu yang ditentukan tanpa perlu kendali operator manual.  Setelah take off, drone mulai membidik foto dan merekam video dari udara secara otomatis seperti yang diprogramkan, lalu kembali ke titik awal tepat pada waktu yang diset pada robot drone tersebut.  Beberapa area Tulang Bawang seperti  area persawahan dan pariwisata di daerah Sungai Luar, Menggala Timur dan Cakat Raya, Menggala, termasuk miniatur rumah adat provinsi-provinsi di Indonesia yang berpotensi besar sebagai tujuan wisata di Tulang Bawang berhasil diabadikan dengan resolusi tinggi menggunakan ketiga robot tersebut.
 
 
 
Wakil Bupati Tulang Bawang Heri sangat terpukau dengan kecanggihan teknologi Drone Teknokrat dan senang sekali mendapat kesempatan menggunakan robot tersebut memfoto keindahan wilayah Tulang Bawang dari udara. Heri menyambut positif adanya penerapan hasil karya mahasiswa Teknokrat untuk mendukung program pembangunan Kabupaten Tulang Bawang yang berpusat di kota Menggala. Teknologi Drone Tim Robotik Teknokrat memberikan jalan keluar bagi Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dalam memetakan batas wilayah.  Dengan demikian Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dapat membaca potensi-potensi pariwisata, perkebunan, dan pertanian. Heri menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang merasa sangat terbantu dengan hasil pemetaan wilayah dari Drone Teknokrat.  “Drone ini adalah teknologi masa depan yang hadir saat ini. Kami jelas langsung  jatuh cinta dengan robot ini. Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang  berharap untuk dapat bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Teknokrat dalam format yang lebih baik,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya.
 
 
 
Ketua Perguruan Tinggi Teknokrat Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE., MBA., menyambut gembira atas niat baik dari Wakil Bupati Tulang Bawang tersebut dan merasa bangga atas kesempatan serta kepercayaan yang telah diberikan. “Kami siap membantu program pemerintah, terutama proses pemetaan wilayah Lampung, sehingga potensi-potensi yang ada di Provinsi Lampung dapat dikembangkan secara maksimal,” jelasnya.

Alumni

Social

joomla social media module
305234
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
80
182
911
302548
4797
6279
305234
Your IP: 54.158.166.0
Server Time: 2017-01-19 06:30:28