jargonweb.png

Achievement Book

We have 65 guests and no members online

STBA Teknokrat


Dosen Teknokrat kembali go internasional dengan menjadi pemakalah pada 2nd International Conference on Foreign Language Learning and Teaching di Bangkok, Thailand, 11-12 Maret 2011. Konferensi yang diselenggarakan oleh Language Institute Thammasat University ini diikuti 250 peserta dari 20 negara 
seperti Australia, Inggris, Amerika, Singapura, Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, Jepang, Cina, Afrika Selatan, Iran, Oman, Taiwan, Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan lain sebagainya. Kali ini tema yang diangkat adalah “Strengthening Ties between Research and Foreign Language Classroom Practice”.

Pada konferensi tersebut Akhyar Rido, S.S., M.A., dosen Teknokrat,  mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul Questions: Interactive Feature in Science Lecture Discourse in L2 Setting. Pemakalah-pemakalah lainnya yang tampil adalah Prof. Rod Ellis dari University of Auckland Selandia Baru, Prof. Brenda Cherednichenko dari Edith Cowan University Australia, Prof. Achara Wongsothorn dari Chulalongkorn University Thailand, dan lain-lain. Ketua Pelaksana konferensi Assoc. Prof. Supong Tangkiengsirisin, PhD dalam sambutannya mengatakan bahwa konferensi ini diselenggarakan untuk mendiskusikan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh para akademisi dari seluruh dunia, khususnya Asia. Dengan demikian, para akademisi dapat saling bertukar pikaran mengenai berbagai tantangan yang berhubungan dengan pembelajaran bahasa Inggris, linguistik, sastra, dan budaya di masing-masing negara, kemudian mencari solusi terbaik. Beliau juga menyebutkan bahwa kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada konferensi tersebut akan diterbitkan di negara-negara kawasan Asia Pasifik dalam bentuk prosiding dan jurnal.

 

(Akyar Rido, dosen Perguruan Tinggi Teknokrat, saat mempresentasikan makalahnya)

Akhyar Rido menyampaikan rasa bangganya karena dapat mempresentasikan hasil penelitiannya pada konferensi internasional. “Untuk menjadi pemakalah pada konferensi internasional sangatlah sulit. Awalnya saya mengirimkan proposal penelitian untuk dikaji oleh tim pengkaji internasional yang terdiri dari para professor yang pakar dibidangnya. Sebulan kemudian saya mendapat surat bahwa proposal saya diterima dan saya diminta untuk melengkapi makalah ilmiah dan mengirimkan kembali kepada tim pengkaji. Akhirnya, setelah menunggu beberapa minggu, secara resmi panitia mengirimkan surat yang menyatakan bahwa makalah saya layak dipresentasikan,” katanya. “Sepulang dari mengikuti konferensi tersebut, ilmu yang didapat akan diterapkan dalam pembelajaran dan penelitian di kampus,” tambahnya. Rido juga mengucapkan rasa terima kasih yang terhingga kepada pihak Perguruan Tinggi Teknokrat dan Yayasan Pendidikan Teknokrat yang selalu mendukung dan memberikan bantuan finansial kepada dosen untuk meneliti.

Alumni

Social

joomla social media module
361766
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
307
275
582
357483
11520
8290
361766
Your IP: 54.161.25.213
Server Time: 2017-06-26 22:20:40