Dari KKL Mahasiswa Berprestasi PT Teknokrat Lampung ke Malaysia (Hari 1)
en id
Wednesday, 25 April 2018
< >

Menpora Klaim Gelanggang Teknokrat Terbaik se-Indonesia

Juara I Lomba IT Nasional ITOBA FEST 2017

Teknokrat Juara I Debat Se-Asia di Jakarta

Juara I Lomba Berbalas Pantun Tingkat Sumatera

Menjadi Anggota Paduan Suara Gita Bahana Nusantara

Teknokrat Juara Robot Terbang Nasonal

Students' Researches

Latest News

Dari KKL Mahasiswa Berprestasi PT Teknokrat Lampung ke Malaysia (Hari 1)

Sebagai reward dan bertujuan membuka wawasan,21 mahasiswa berprestasi Perguruan Tinggi (PT) Teknokrat Lampung diberangkatkan ke PT- PT ternama di Malaysia sejak Minggu hingga Kamis (12-16/10). Berikut catatan wartawan Radar Lampung WIRAHADlKUSUMAH yang mengikuti kuliah kerja lapangan (KKL) tersebut. Tepat pukul 20.00 WIB, 21 mahasiswa berprestasi PT Teknokrat Larnpung bertolak dari Bandarlampung dengan menggunakan bus pariwisata rnenuju Bandara Soekarno- Hatta. Dipirnpin ketua rornbongan yang juga selaku Ketua Yayasan PT Teknokrat Larnpung Mahathir Muhammad dan ditemani beberapa dosen pembimbing lainnya, para mahasiswa itu sebelumnya mendapat wejangan dari Ketua (Rektor) PT Teknokrat Lampung Nasrullah Yusuf di gedung rektorat setempat. Dalam nasihatnya, Nasrullah meminta kepada anak didiknya agar tidak minder dengan Malaysia. Meski fasilitas PT-nya lebih baik, sebenarnya PT di Indonesia juga tak kalah hebat. Jumlah PT di Indonesia juga lebih banyak dari Malaysia. “Jadi jangan takut untuk bertanya. Tetapi, bertanyalah yang santun dengan tidak membuat sakit hati orang yang ditanya," pesannya.

 

Usai Nasrullah memberikan nasihat, Mahathir Muhammad mengumurnkan kabar gembira bagi PT tersebut. Ya, tim robot PT Teknokrat berhasil meraih juara pertama dan  kedua dalam Kontes Robot Terbang Indonesia dalam perlombaan yang digelar di Politeknik Elektro Surabaya, Sabtu (11/10). Sontak, kabar tersebut disambut tepuk tangan meriah para mahasiswa PT Teknokrat yang akan berangkat ke Malaysia. Usai berpamitan dengan Nasrullah, rombongan berangkat dengan bus pariwisata menuju Bandara Soekamo-Hatta. Senin (13/10) tepat pukul l1.10 WIB, rombongan berangkat menuju Malaysia menggunakan pesawat jenis Airbus dengan maskapai Air Asia. Setelah menempuh dua jam perjalanan, rombongan tiba di Bandara lntemasional Kuala Lumpur, Malaysia. Dari bandara, rombongan langsung menuju salah satu hotel yang ada di Kota Bukit Bintang, Kuala Lumpur, bemama My Hotel. Setelah melepas penat perjalanan, malamnya dengan berjalan kaki sekitar 500 meter, rombongan makan malam di food court Pavillion Mall yang merupakan mal nomor satu di Negeri Jiran. Usai makan malam, rombongan kembali ke hotel untuk beristirahat lantaran besokpaginya (14/10) berkunjung ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Tepat pukul 09.00 waktu Malaysia, rombongan dengan menggunakan bus pesiaran (pariwisata,Red) bergerak ke UKM yang berlokasi di Kota Bangi, Provinsi Selangor.


Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, akhirnya rombongan tiba di UKM. Dengan dipandu guide tour Mr. Anwar dan dosen PT Teknorat yang memang tengah berkuliah S-3 di UKM Mr. Akhyar Ridho, rombongan diajak mengelilingi universitas negeri terbesar kedua di Malaysia tersebut. Saat rnengelilingi UKM itu, rombongan mendengarkan penjelasan dari Mr. Ridho -sapaan akrab Akhyar Ridho melalui pengeras suara yang memang tersedia di bus. Dari dialah diketahui bahwa tidak sembarang orang bisa berkuliah di UKM, termasuk warga Malaysia sendiri. Menurutnya, bagi mahasiswa luar Malaysia yang ingin berkuliah di sana harus melalui serangkaian tes dengan nilai TOEFL internasional minimal 550. Untuk warga Malaysia, kata dia, juga banyak rangkaian tes yang harus dilalui. Dia menjelaskan, di Negeri Jiran itu tidak ada SMP. Sejaklulus SD selama enam tahun langsung SMA selama lima tahun. Setelah lulus SMA, dilanjutkan matrikulasi atau prakuliah maksimal dua tahun. "Nah, calon mahasiswa dites saat prakuliah itu. Nilai selama sekolah di SMA juga dilihat. Pastinya harus cumlaude nilainya jika ingin berkuliah di UKM. Karenanya, mahasiswa di UKM adalah mahasiswa-mahasiswa pilihan," jelasnya.

 

Dia memaparkan, UKM berdiri tahun 1970-an. Saat ini, jurnlah mahasiswanya sekitar 25 ribu orang. Tiga ribu di antaranya mahasiswa dari luar Malaysia. Di antaranya Indonesia, Bangladesh, India, Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, dan Pakistan. Khusus mahasiswa asal Indonesia yang berkuliahdi UKM ada 200-an orang yang tersebar di 13 fakultas yang ada di universitas tersebut. Ratusan mahasiswa asal Indonesia itu banyak yang bertempat tinggal di kolej [asrama, Red) yang di UKM ada 12 unit. Menurutnya, mulai dekan hingga dosen dan staf hingga mahasiswa semester 1-2 harus tinggal di kolej . UKM sendiri dipimpin oleh seorang canselor (rektor). Dalam perjalanan dengan bus tersebut, Radar Lampung juga sempat melihat beberapa fasilitas yang tersedia di UKM. Menurut Ridho, pihak universitas memang menyediakan berbagai fasilitas yang bisa membuat betah mahasiswa tinggal di sana. Dia menjelaskan, beberapa fasilitas di UKM adalah hotel, stadion, lapangan golf, kolam renang, lapangan rugby, lapangan kriket, kebun binatang mini, kawasan piknik, klinik kesehatan, studio musik, dan perpustakaan yang buka selama 24 jam. "Di UKM juga ada 12 institutyang digunakan khusus untuk penelitian para profesor yang tidak mengajar," terangnya.

 

Usai berkeliling, rombongan akhirnya diajakke ruang canselory (gedung rektorat). Di gedung ini, rombongan diterima oleh Acting Director International Relation Centre UKM Prof. Yazrina Yahya serta Chairperson School of Language Studies and Linguistic Faculty of Social Sciences and Humanities Prof. Siti Hamin Stapa serta beberapa dosen lainnya. Rombongan lantas dijamu di aula yang berada di lantai 5 ruang canselory. Masing-masing dosen UKM diawali Prof. Yazrina Yahya menyampaikan sambutan. Selanjutnya, Ketua Yayasan PT Teknokrat Mahathir Muhammad juga menyampaikan sambutan dengan menggunakan bahasa Inggris. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa PT Teknokrat dengan para dosen UKM. Saat sesi tanya-jawab, Radar sempat terkesirna sekaligus bangga. Sebab ternyata, seluruh mahasiswa PT Teknokrat Lampung yang dibawa ke Malaysia rata-rata menguasai bahasa Inggris dengan baik. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi dengan bahasa Inggris. Para dosen dari PT Teknokrat pun ikut bertanya seputar UKM dalam sesi diskusi tersebut. Setelah itu, rombongan diajak berkunjung ke perpustakaan yang ada di UKM, yang buka 24 jam, bernama Tun Seri Lanang. Dari salah satu petugas perpustakaan tersebut diketahui bahwa perpustakaan ini memiliki koleksi 751 ribu buku dan jurnal.

 

Peminjaman dan pengembalian buku di perpustakaan ini menggunakan sistem serbaelektronik, dengan jurnlah pengunjung dua ribu rnahasiswa per harinya. Di depan perpustakaan ini terdapat kantin yang tersedia fasilitas WiFi sehingga membuat nyaman mahasiswa untuk berlama-lama di sana. Dari perpustakaan, rombongan mahasiswa diajak ke salah satu kolej yang ada di UKM bernama Kolej Dato Onn. Kolej ini juga merupakan tempat tinggal Ridho. Di kolej ini, rombongan diterima Tirnbalan Pengetua (Wakil Ketua) Kolej Dato Onn En. Roslan bin Ja'afar dan para pengurus kolej tersebut serta puluhan mahasiswa yang tinggal disini. Di kolej yang dihuni 600 mahasiswa itu, rombongan PT Teknokrat berdiskusi mengenai seputaran UKM sambil makan siang di aula yang ada di sana. Rencananya dalam waktu dekat, mahasiswa yang tinggal di Kolej Dato Onn juga berkunjung ke PT Teknokrat. Di kolej ini, Radar sempat mengobrol dengan M. Irfan, salah sat mahasiswa akunting UKM. Dari mahasiswa asli Malaysia itu diketahui bahwa beberapa fasilitas di kolej banyak tersedia. Di antaranya studio musik, koperasi, karaoke, ruang multimedia, klinik kesehatan kolej yang petugasnya adalah mahasiswa kedokteran UKM, dan kafetaria. "So, I am very happy stay here;' katanya.

 

Sayang, wawancara Radar harus terhenti lantaran rombongan akan meninggalkan kolejtersebut. Setelah berfoto bersama, rombongan lantas menuju fakultas sains dan teknologi. Di sini, untuk kali pertamanya, wartawan koran ini melihat Google Glasses. Sepengetahuan Radar, alat ini dilarang diperjualbelikan lantaran kecanggihannya. Sebab fungsi laptop, internet, dan peralatan elektronik lainnya terintegrasi di alat ini. Saat di fakultas ini, Ketua Yayasan PT Teknokrat Mahathir Muhammad sempat mencoba alat yang dari produsennya itu diberikan cuma-cuma kepada universitas-universitas terkemuka di dunia. Di fakultas ini juga, mahasiswa PT Teknokrat sempat mengunjungi laboratorium robot, Dengan mahasiswa UKM, mahasiswa PT Teknokrat pun berbagi ilmu seputaran robot. Setelah hampir seharian berkeliling UKM, rombongan lantas meninggalkan kampus tersebut menuju kompleks perkantoran kementerian di Malaysia bemama Putra Iaya, Dalam perjalanan ke Putra Iaya, Radar sempat menggali informasi kembali mengenai UKM dengan Ridho. Darinya diketahui bahwa ada perbedaan mengenai besaran SPP mahasiswa antara lokal dengan luar. "Untuk SPP mahasiswa lokal1.500-an ringgit. Nah, untuk mahasiswa luar Malaysia, SPP-nya sekitar 4-9 ribu ringgit atau setara Rp14-30 juta. Tergantung fakultasnya "papar dia.

 

Di UKM, mahasiswanya juga tidak boleh mendapatkan IP di bawah 3,00. "Jika dua kali mendapatkan IP dibawah 3,00, maka di-DO (drop out). Kalau masih pertama, kita diberi surat teguran dari canselor' terangnya. Sesampai di Putra Iaya, rombongan disuguhkan pemandangan masjid besar dan perkantoran kementerian di Malaysia. Terdapat juga kantor

 

perdana menteri Malaysia di sini. Saat berada di Putra Iaya, wartawan koran ini sempat bergumam dalam hati: Akankah Kota Baru di Lampung menjadi seperti di Putra Jaya? Ya, sebab dari guide tour Mr. Anwar, diketahui bahwa Putra Iaya tadinya hanya lahan kosong. Namun dijadikan pusat pemerintahan di zaman Perdana Menteri Mahathir Muhammad. "Jadi, pusat pemerintahan di Malaysia berada di Putra Iaya. Tadinya berada di Kuala Lumpur, namun sekarang menjadi pusat bisnis," jelasnya. Usai salat Asar dan berfoto-foto di Putra Jaya, rombongan lantas menuju Twin Towers yang berada di pusat kota Kuala Lumpur. Di dalam Twin Towers, rombongan juga sempat makan malam di food court yang ada disana.

 

Setelah melihat keindahan dan germerlap lampu Twin Towers, rombongan akhirnya pulang menuju hotel. Sebab hari ini (15/10), rombongan dijadwalkan berkunjung ke universitas negeri nomor satu di Malaysia. Yakni University of Malaya (Universitas Malaya). (bersambung). RadarLampung.

Academic Information

Form Pengajuan Judul PKL disini
Form Perubahan Judul PKL disini
Form Syarat Sidang PKL disini

Form Pengajuan Judul Proposal disini
Form Perubahan Judul Proposal disini
Form Syarat Sidang Proposal disini
Form Syarat Sidang Skripsi disini

Form Daftar Hadir Sidang disini

Form Peminjaman Ruangan disini

Pedoman Pengecekan Matakuliah Untuk Skripsi disini

Contoh Penulisan judul Praktik Kerja Lapangan disini

Form Pendaftaran Hadir Sidang Skripsi download disini.

Form Peminjaman Ruangan download disini.

Form Syarat Pengajuan Judul Skripsi download disini.

Form Syarat Seminar Proposal download disini.

Form Syarat Sidang Skripsi download disini.

Kartu Kendali Bimbingan download disni

 


Brosur Universitas Teknokrat Indonesia 2018 Ada Disini

Lowongan Kerja DOSEN Komputer Download Disini
Lowongan Kerja DOSEN Manajemen Download Disini 
Lowongan Kerja DOSEN Elektro Download Disisni  
Lowongan Kerja DOSEN Sipil Download Disini
Lowongan Kerja DOSEN Bahasa Inggris Download Disini

    

Academic Calendar

Masa Perkuliahan
19 Feb - 2 Juni 2018
Ujian Tengah Semester
9 - 14 April 2018

 

Go to Top

Our Location