Teknokrat Duta Pemuda ke ASEAN dan Jepang
en id
Thursday, 20 September 2018

Latest News

Teknokrat Duta Pemuda ke ASEAN dan Jepang

Lulusan Teknokrat yang memiliki daya saing tinggi dibuktikan oleh Gabby Mayang Sari, yang berhasil menyisihkan ratusan pesaingnya untuk menjadi duta Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Ship for Souteast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2014.  Alumnus STBA Teknokrat tahun 2013 ini mewakili propinsi Lampung setelah melewati proses seleksi yang ketat dan berlapis dengan pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi dari berbagai kota dan kabupaten se-propinsi Lampung.

Tahapan yang dilewati untuk menjadi duta PPAN SSEAYP ini dimulai dari seleksi berkas, ujian tertulis, tes wawancara, dan talent show.  Setelah melalui tahapan-tahapan itu, 80 orang berhasil lolos masuk ke karantina.  Dalam program karantina ini, sehari-harinya para peserta dites dengan diskusi-diskusi panel dan regional training yang merupakan materi-materi tentang kepemudaan, leadership, social project, dan togetherness. Karantina ini akan menentukan satu orang yang akan berangkat mewakili Lampung dalam program PPAN SSEAYP di bulan Oktober sampai dengan Desember mendatang. 

 

Program pertukaran budaya dan persahabatan antara pemuda Asia Tenggara (Indonesia, Vietnam, Thailand, Laos, Singapura, Myanmar, Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, dan Filipina) dan Jepang ini akan diadakan melalui pelayaran dengan kapal pesiar Nippon Maru mengunjungi Jepang dan beberapa negara ASEAN.  Kegiatan utama program ini adalah On Board Activity (program selama pelayaran di kapal) dan Country Program (program selama berada di negara yang disinggahi).  Gabby yang mantan aktivis kampus ini mengungkapkan bahwa dirinya tidak sabar lagi untuk dapat mewakili Lampung dalam program pertukaran budaya ini.  Dirinya yang sempat menjadi Ketua UKM Tari Perguruan Tinggi Teknokrat mengaku bahwa dia tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam menyesuaikan diri dan melewati tahap karantina PPAN SSEAYP ini.  “Ternyata aktivitas saya selagi mahasiswa dulu sangat bermanfaat bagi saya dalam bersaing dan berinteraksi dengan orang baru di masa karantina kemarin,” ujarnya.  “Dosen, karyawan, dan pihak yayasan Teknokrat banyak membimbing saya sewaktu menjadi aktivis mahasiswa dulu, sehingga saya terlatih untuk menjadi lebih baik lagi,” tambah Gabby lagi.

 

“Proses belajar-mengajar di Teknokrat tidak hanya berada di dalam kelas saja.  Beragam kegiatan kemahasiswaan dapat diikuti sehingga dapat memperluas wawasan mahasiswa, mempertajam daya pikir kritis, melatih kemampuan berbicara di depan umum, mengembangkan kemampuan bekerja sama dalam tim, dan meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan,” ungkap Ketua Perguruan Tinggi Teknokrat Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, SE., MBA.  “Proses ini lah yang membuat mahasiswa dan alumni Teknokrat dapat bersaing dan menang dalam event-event seperti ini selain bersaing dalam mendapatkan pekerjaan yang bermartabat,” tambahnya lagi.

Go to Top