Teknokrat Kirim 4 Tim ke Final Kompetisi Nasional Mobile Aplication FITFUNFEST 2018
en id
Monday, 23 July 2018

Latest News

Teknokrat Kirim 4 Tim ke Final Kompetisi Nasional Mobile Aplication FITFUNFEST 2018

Lomba bidang komputer nasional bertajuk Festival Information Technology (FIT) 2018 akan segera berlangsung. Lomba yang digelar Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga Jawa Tengah tersebut akan dilaksanakan pada 13-15 Maret mendatang.

Menghadapi kontes tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia meloloskan 4 tim ke babak final untuk kategori Mobile Application and Web Development. Keempat tim tersebut yakni Tim Uzure, Anak Bawang, Gadis Desa, dan LuckyNuts. Tim diisi mahasiswa Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) berjumlah 12 mahasiswa.

Dosen pembimbing Yusra Fernando, Mkom mengaku bersyukur karena tahun ini ada 4 tim yang lolos proposal daripada tahun lalu yang hanya satu. Keempat aplikasi yang dibuat adalah mobile aplication Protoko, Smart Kandang V.2.0 Beta, dan Smart Farm Solution System. Satu lainnya adalah web development ternak.in.

“Alhamdulillah tahun ini ada empat yang lolos. Insya Allah dengan persiapan yang intensif kita akan bisa bicara lebih jauh daripada sebelumnya,” tutur dosen komputer yang saat ini menjabat sebagai Tim Kerja Wakil Rektor III tersebut.

Yusra menjelaskan pada tahap final, peserta akan melakukan coding selama 12 jam tanpa istirahat dan mendemonstrasikannya di depan juri. Tahap berikutnya peserta mempresentasikan latar belakang pembuatan aplikasi tersebut.

Tim Fit funfest 2018 dilepas oleh Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat Dr H Mahathir Muhammad SE, MM, Sabtu pagi, 10/3/2018. Dalam sambutannya Mahathir menekankan tentang arti pentingnya perjuangan. Menurutnya, berlomba tidak mungkin semuanya jadi pemenang, tetapi proses perjuangannya itu yang menjadi tolok ukur.

“Jika kita sudah berjuang semaksimal mungkin, kita boleh ikhlas bagaimana hasilnya nanti. Yang penting prosesnya dulu. Kalau prosesnya sudah benar insya Allah akan menang,” tutur Mahathir di depan kontingen yang akan bertanding.

Mahathir juga mengatakan bahwa mahasiswa Teknokrat harus percaya diri. Sederet prestasi di tingkat nasional menunjukkan bahwa kualitas mahasiswa Teknokrat sudah sejajar dengan universitas-universitas besar di Indonesia.

“Mahasiswa Teknokrat harus percaya diri. Karena kita saat ini bisa bersaing di tingkat nasional dalam hal kompetisi-kompetisi di bidang akademik. Jadi harus yakin,” tegasnya.

Tahun lalu salah Teknokrat berhasil meraih meraih juara III untuk kategori Mobile Programming. Tim berhasil membuat aplikasi yang dinamakan Safety Car Monitoring System (SCMS). Aplikasi tersebut merupakan alat untuk memonitoring pengemudi remaja saat berkendara.

Go to Top