Sheila, Wakili Indonesia dalam Konferensi Pemuda Sedunia
en id
Monday, 23 July 2018

Latest News

Sheila, Wakili Indonesia dalam Konferensi Pemuda Sedunia

Satu lagi mahasiswa Teknokrat muncul dengan prestasi cukup gemilang. Adalah Sheila Listyana Koesin (22), mahasiswa semester V Jurusan Sastra Inggris Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) setempat. Gadis kelahiran Bandarlampung, 2 Agustus 1989, ini dipercaya menjadi wakil Indonesia dalam Konferensi Pemuda Sedunia tahun 2011 di Zurich, Swiss.

 

Terpilihnya putri pasangan Boenawan Koesin dan Priska Aida dalam ajang bergengsi tersebut tidak lepas dari beberapa prestasi gemilang yang telah diraihnya. Seperti Best Novice South East Asian English Olympic 2011, Novice Champion National University English Debating Championship 2011, Representative of Indonesia to One Young World Summit J’Zurich Switzerland 2011, dan Representative of Indonesia to World University English Debating Championship 2012 di Filipina.

 

Diakuinya, tidak banyak prestasi yang dapat ia raih semasa sekolah. Melainkan kebanyakan didapat setelah kuliah di kampusnya. Itu pun ketika pindah program studi dari LPBM ke STBA dan ikut Teknokrat English Club (TEC). ’’Berawal dari itu, saya akhirnya sadar akan pentingnya berorganisasi dan meraih prestasi itu penting,” ungkapnya saat ditemui di kampusnya kemarin (8/9).

 

Representative of Indonesia to One Young World Summit atau Konferensi Pemuda Sedunia yang dilaksanakan J’Zurich Switzerland sendiri, katanya, dari Indonesia diwakili 10 orang. Empat di antaranya dari BEM ITB, UGM, IPB, dan UPI. Kemudian dua orang perwakilan organisasi kepemudaan, satu mahasiswa berprestasi, tiga perwakilan pemenang NUEDC yakni Bina Nusantara Internasional University, ITB, dan Teknokrat. ’’Itu semua pilihaan dari Kemenpora berdasarkan prestasi dan keaktifan berorganisasi,” jelasnya.

 

Konferensi tersebut, imbuhnya, berlangsung dari tanggal 1 hingga 4 September 2011. Isi kegiatannya membahas berbagai masalah mulai lingkungan global, edukatif, energi, pemberdayaan masyarakat dalam menemukan solusi dan menciptakan lebih baik dalam resolusi. ’’Dalam setiap sesinya ada kesimpulan akhir atau resolusi berbeda-beda,” kata warga Perumahan Bumi Asri, Kedamaian, Bandarlampung, ini.

 

Sheila pun menuturkan kiat dirinya mampu meraih beberapa prestasi gemilang. Paling utama ada keinginan terus berlatih. ’’Walaupun pada kali pertama berat, setelah berlatih terus-menerus pasti bisa juga. Pastinya doa orang tua juga lho,” ungkapnya.

 

Ditambahkan, untuk berjuang memang tidak gampang. ’’Namun yakinlah sesulit apa pun yang akan kita raih, kalau sungguh-sungguh pasti dapat tercapai. Karena itu, jangan pula melihat dulu hasilnya, tetapi bagaimana prosesnya,’’ petuahnya. (hyt/c1/rim)
Go to Top